other photo at ayutasahaya.multiply.com
Selasa 14 April 2009, Taman Pintar Yogyakarta penuh oleh tingkah lugu dan lucu anak-anak difabel dari seluruh wilayah di Yogyakarta. Hari itu, Festival PK (Pendidikan Khusus) dan PLK (Pendidikan Layanan Khusus) 2009 kembali digelar.
Dalam festival itu, ada beberapa kategori acara yang dilombakan, seperti lomba modeling, music/band performance, lomba melukis, lomba pantomim, dan lomba seni tari tradisional.
Mengambil tema "Bersama Anda Saya bisa dan Mendapat Peluang Emas", festival di tahun ini lebih mengarah kepada hak yang harus dimiliki dan dihormati oleh anak-anak dan kaum difabel lainnya. Hal ini berbeda di tahun 2008 di mana tema lingkungan yaitu Global Warming menjadi tema umum acara.
Selain berbagai macam lomba yang diselenggarakan, hasil kreatifitas anak-anak difabel juga dipajang untuk dijual dalam "Bazaar Produk" di bagian dalam gedung Taman Pintar. Hasil karya anak-anak difabel tersebut berasal dari masing-masing SLB di tingkat kabupaten/kota Yogyakarta.
Salah satunya adalah lukisan karya Ika Indra Purnama, anak difabel dari kabupaten Kulon Progo yang merebut juara 3 dalam lomba melukis di tahun lalu dengan tema Global Warming.
"Ya itu maunya dia, menggambar tanah yang gundul dan air yang mulai habis," ujar Endang Herminiati, salah seorang guru Ika dan staf pengajar dari SLB Kabupaten Kulon Progo.
Ika sendiri adalah seorang tuna rungu wicara. Namun, melihat hasil karyanya, tidak pernah terbersit di dalam pikir, bahwa si pelukis adalah seorang anak difabel. Diberi judul "Pemanasan Global", lukisan karya Ika hanya dijual dengan harga 10000 rupiah.(dny)


0 Comments:
Post a Comment