Kata orang, banyak orang, bilang, semua hal yang besar bermula dari awal yang kecil. Semacam berdeduksi. Aku merasakan ini beberapa minggu yang lalu sampai pada hari ini. Bermula dari keprihatinan, atau rasa gemas lebih tepatnya, pada kegiatan organisasi mahasiswa di kampus: hidup segan mati tak mau. Akhirnya bertemu kembali dengan kawan-kawan lama: Hendy, Duala, Aring, Thomas, dan Ade; termasuk satu kawan lama yang baru kenal: Ian. Aku rasa semuanya punya keprihatinan yang sama, meski masalah tetap berbeda satu dengan lainnya.
Semua telah ada pada satu titik, dibutuhkan kegiatan, gerakan, apapun itu. Kami tidak lagi mempedulikan apa kata orang: sirik dan sanjungan atau cibiran. Aku sendiri mulai merasa, membuat suatu kegiatan di kampus yang menurutku hampa, jangan pernah berpikir hasil atau efek yang datang kemudian. Bahwa yang terpenting, lakukan dulu, berproseslah dulu: hasil adalah relatif.
August 29, 2010
Menemukan Awal Mula
July 14, 2010
Mereposisi Musik Gamelan Dalam Pikiran
menjelang Yogyakarta Gamelan Festival ke 15...
Max Lorenz seorang seniman Austria membentuk grup Gamelan Altenberg di Austria sejak tahun 2002. Di Norwegia, Kelompok Gamelan Shokbreker dengan 6 personilnya tampil dengan memadukan musik tradisional Gamelan Indonesia dengan musik jazz kontemporer yang modern. Nada pentatonik Gamelan juga berpengaruh sangat besar terhadap komposisi grup musik mancanegara, diantaranya MEW (Denmark) dan Sigur Ros (Islandia). Pada September 2008, Gamelantron diciptakan oleh Taylor Kuffner warga negara AS, dan dimainkan secara otomatis oleh 117 lengan robot mekanik. Kabar paling baru datang dari komposer dunia, James Horner, yang menggunakan instrumen Gamelan sebagai dasar dari soundtrack film AVATAR, film pemenang Golden Globe Award 2010.
Ya, berbagai berita dan peristiwa di atas menjadikan Gamelan, instrumen musik tradisional Indonesia, seolah bukan lagi milik masyarakat Indonesia saja. Gamelan telah dilihat, didengar, dimainkan, dan kemudian dipelajari oleh berbagai bangsa di dunia. Ia telah jauh diadaptasi dan dikolaborasikan dengan berbagai jenis aliran musik populer, seperti rock, jazz, pop, orkestra, dan bahkan dijadikan salah satu instrumen dalam musik elektronik. Beberapa musisi dunia menjadikan Gamelan dengan nada pentatoniknya sebagai pengaruh yang cukup besar dalam komposisi karya-karyanya. Gamelan telah mendunia!!
June 14, 2010
Njatil Di Jalanan
Panas terik matahari dan kucuran keringat tidak mengurangi lincah gerak kaki mereka. Bunyi kenong dan gong yang berirama mengiringi para penari itu beraksi di persimpangan jalan. Ya, mereka adalah penari jatilan yang hampir selalu kita saksikan dibeberapa persimpangan jalan Kota Yogyakarta.
Sudah satu tahun belakangan ini Wahyudi (32th), Suradi (22th), dan Sarwidi (19th) menggeluti pekerjaan yang tidak biasa dilakukan oleh banyak orang: Penari Jatilan Jalanan. Wahyudi, dan Sarwidi sebagai penarinya, sedangkan Suradi menjadi pengiring, menabuh gong dan kenong, berirama. Ketiganya berasal dari Desa Bojonegoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
December 09, 2009
Aksi Massa 9 Desember 2009
Bertepatan dengan hari Anti Korupsi Sedunia, Kota Yogyakarta diwarnai beberapa aksi demo hari ini (9/12). Mengusung satu isu, Indonesia Bersih dari Korupsi, aksi ini terdiri dari beberapa elemen mahasiswa, diantaranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Yogyakarta, Aliansi Mahasiswa Lampung Yogyakarta, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Yogyakarta.
Aksi Mahasiswa bermula dari Gedung BI Yogyakarta, kemudian bergerak ke perempatan besar Bank BNI, dan terkonsentrasi di halaman depan Gedung Agung Yogyakarta. Di setiap tempat aksi, orasi dilakukan untuk menyatakan tuntutan.
September 24, 2009
Hari Kemenangan dan Lain-lain
Puasa, Idul Fitri, dan berlebaran, selalu menyertai tahun demi tahun. Ya, layaknya Natal, Paskah, atau, Imlek, dan lain-lain, dia selalu dirayakan. Layaknya pula tahun baru, jika dirayakan tanpa kemeriahan, rasanya hampa saja. Maka dua hari Idul Fitri atau lebaran selalu disanjung dengan sebutan Hari Kemenangan. Kemenangan atas hawa nafsu jasmani yang sedikit aku sayangkan karena mungkin hanya berlaku selama satu bulan berpuasa. Bulan Ramadhan.
Hari-hari berlebaran yang belum lama lalu ini, aku lewati dengan berkeliling di sekitar wilayah Kota Yogyakarta. Kota yang mulai bergerak modern, namun masih kental dengan budaya tradisional ini memang manyuguhkan hal yang mungkin sedikit berbeda. Pawai kendaraan bermotor di jalan-jalan kota, tidak hentinya membunyikan klakson dan orang ramai menggemakan takbir bersama-sama. Tidak lupa mercon atau kembang api dinyalakan sebagai juga tanda telah datangnya hari kemenangan. Jalan-jalan utama kota Jogja malam itu cukup padat.

