Seorang calon wakil rakyat tidak cukup hanya dikenal atau populer di mata masyarakat. Dia juga harus memiliki tingkat peluang elektabilitas atau keterpilihan yang tinggi. Hal ini dikatakan oleh Budi Santoso, direktur utama Cakrawala NUsantara Consultant saat menyampaikan hasil survey terhadap calon anggota DPD di Yogyakarta.
"Kalau mengenal itu kan berarti hanya populer, dan kalo populer tapi tidak dipilih kan sama saja," kata Budi di Gedung Pertemuan Sederhana, Jl. Kaliurang, Yogyakarta, Kamis (12/3/2009).
Menurut Budi, survey yang dilakukan sampai saat ini menunjukkan kesenjangan yang cukup tinggi antara tingkat popularitas atau terkenalnya seorang calon dengan tingkat elektabilitas atau peluangnya untuk dipilih. Mayoritas survey menyebut, tingkat popularitas yang tinggi tidak menjamin besarnya peluang untuk terpilih.
"Misalnya GKR Hemas, antara popularitas dan elektabilitas selisihnya cukup tinggi, sekitar 20%," ungkap Budi ketika menyampaikan hasil survey.
Hal ini, lanjut Budi, sama ketika survey dilakukan terhadap capres dan cawapres di mana kesenjangan popularitas dan elektabilitas juga cukup tinggi. Menurut Budi, waktu untuk para caleg tidak banyak, mereka harus mengubah strategi agar tingkat elektabilitasnya naik.
"Waktu yang tersisa sudah tidak banyak lagi, kalau model baliho sudah tidak efektif, bisa menambah populer tapi tidak ada jaminan mereka elektabel (terpilih)," katanya.
Budi menilai, bagi caleg yang tingkat elektabilitasnya rendah harus mulai turun ke masyarakat untuk menawarkan program-programnya. Selama ini kebanyakan masyarakat tidak tahu sama sekali program para caleg.
"Kalau dimarketing mereka harus melakukan personal selling atau down to earth, bertemu dengan konstituen, dengan calon pemilih menawarkan program dan seterusnya," tandas Budi.(dny)
March 13, 2009
Calon Wakil Rakyat Harus Tingkatkan Elektabilitas
posted by Dany Ismanu at 9:23 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 Comments:
Post a Comment