Kualitas pemilu 2009 diprediksi merosot dibanding pemilu 1999 dan 2004. Hal itu diungkap oleh Arie Sudjito, pengamat politik UGM di gedung kantor PWI Yogyakarta, Jl. Gambiran 45 Yogyakarta, Selasa (03/03/09)
Faktor yang cukup berperan menurunkan kualitas pemilu tahun ini adalah keputusan Mahkamah Konstitusi tentang sistem suara terbanyak. Menurut Arie, sistem suara terbanyak berimplikasi terhadap banyak hal, salah satunya money politic.
"Gara-gara MK membuat keputusan suara terbanyak itu sebetulnya melanggengkan praktek money politic, karena tidak ada kontrol dari parpol untuk menindak calegnya".
Arie memandang, parpol tidak punya etika untuk melarang para calegnya atas tindakan money politic, karena yang terpenting bagi parpol adalah menang. Panwaslu dan KPU pun tidak memiliki kekuatan untuk melakukan tawar menawar dengan partai. Maka toleransi seperti ini akan memerosotkan kualitas demokrasi.
Maraknya money politik menurut Arie, tidak diimbangi dengan perlawanan dari masyarakat. Jika masyarakat terdidik dan terorganisir untuk melawan money politik, kualitas demokrasi pasti meningkat. "Tapi sebagian besar tidak melakukan itu. Saya sedih sekali, pemilu 2009 ini diprediksikan kualitasnya akan merosot," ungkapnya.
Selain money politic, keputusan MK berkontribusi pada menurunnya peran partai politik terhadap calegnya. Caleg akan sibuk mengurusi dirinya sendiri, dan visi misi partai pun terpinggirkan.
"Besok para caleg yang jadi legislatif tidak merasa berhutang budi pada partai, karena sekarang yang dibangun bukan partai, tetapi membangun suara terbanyak berbasis individu," papar Arie.
Dia memprediksi, lima tahun kedepan orang pasti tidak tertarik jadi pengurus partai, tapi mengumpulkan duit dan menjelang pemilu akan mendekati partai hanya sebatas kendaraannya saja.(dny)
March 03, 2009
Kualitas Pemilu 2009 Diprediksi Merosot
posted by Dany Ismanu at 2:54 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 Comments:
Post a Comment