Tidak jarang kita melihat baliho atau spanduk para caleg dibuat sedemikian rupa agar menarik mata masyarakat. Bahkan para caleg menyandingkan foto mereka bersama dengan sanak keluarganya yang seorang publik figur atau dengan bintang terkenal lainnya, meskipun tidak ada hubungannya.
Hal tersebut menunjukkan kurangnya tingkat pemahaman para caleg kita tentang konteks dan substansi politik saat ini. Demikian menurut pandangan Dr. Kuskridho Ambardi, dalam acara bedah buku Marketing Politik karya Firmanzah Ph.D, di Ruang Seminar Fakultas Isipol UGM (16/02/09).
"Dengan memasang foto kerabat dekat atau orang terkenal yang tidak berkaitan dengan substansi politik, lalu di mana hubungannya?" ujar Kuskridho.
Sementara itu, Arif Noor Hartanto, Ketua DPRD Kota Yogyakarta yang juga menjadi nara sumber menilai para caleg masih berpikir bahwa politik adalah bisnis, yang penting terpilih. Menurutnya lagi, disinilah marketing politik perlu dipahami benar oleh setiap caleg. "Marketing politik menjadi sebuah keharusan untuk kita bisa mengarungi dunia politik saat ini, dengan segala tuntutannya."
Menurut Arif, trend politik dewasa ini adalah programatik. Masyarakat membutuhkan para caleg yang secara jelas dan jujur memaparkan visi misi dan realisasi programnya. "Oleh karena itu perlu ada persamaan cara pandang institusional dalam hal ini partai politik dengan cara pandang personal caleg," ungkap Arif. Persamaan cara pandang ini yang dirasa masih kurang sehingga caleg terkesan bergerak sendiri dan terjebak dalam politik bisnis, untuk kemudian menerbitkan baliho dan spanduk kampanye yang tidak relevan.
Di akhir paparannya Kuskridho menilai berbagai arus dan pergerakan politik saat ini berujung kepada masyarakat sebagai pemilih. Pun sudah saatnya pemilih dikembalikan posisinya yang selama ini hanya dijadikan sebagai obyek politik. "Saatnya mengembalikan pemilih sebagai subyek politik, bukan obyek politik," tandas Kuskridho.(dny)
February 23, 2009
Caleg Jangan Asal 'Jual Diri'
posted by Dany Ismanu at 3:46 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 Comments:
Post a Comment