Dalam pemilu 2009 ini, lebih dari 10000 pemilih difabel di Yogyakarta tidak terdaftar. Data ini disampaikan direktur SIGAB, Joni Yulianto.
"Difabel yang punya hak pilih sebenarnya sekitar 25000 di Yogyakarta, tetapi untuk berapa jumlah yang terdaftar hanya sekitar 50%-nya," ujarnya di tengah acara Deklarasi Politik Bela Bangsa, di Taman Kuliner, Condong Catur, Yogyakarta (21/02/09).
Menurutnya, permasalahan banyak terletak di pendataan dan pendidikan politik para di fabel sendiri. "Memang masalah kultur, difabel masih banyak yang diperlakukan secara over protektif di rumah, sehingga banyak dari mereka yang belum terdaftar". Dari fakta ini dia menilai pentingnya pendidikan politik untuk semua, termasuk kaum difabel.
Di sisi lain, Joni menyalahkan kinerja KPU dan BPS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pendataan. "Banyak pendataan yang di beberapa daerah tidak melakukan pendataan ulang, hanya berdasarkan data yang sudah ada". Menurut Joni, ketika hal itu dikonfirmasi, KPU dan BPS malah saling melempar tanggungjawab. "Kita sudah menyampaikan masukan melalui panwaslu kepada KPU, kepada juga BPS sebagai pelaksana pendataan, masalahnya mereka saling melempar tanggung jawab," cetusnya.
Hal ini menurut Joni mengulangi apa yang terjadi pada pemilu tahun 2004 yang lalu di mana banyak difabel yang tidak terdaftar. Joni berharap dirinya yang sekarang juga belum terdaftar sebagai pemilih dapat didata ulang oleh lembaga terkait dan boleh ikut mencontreng.(dny)
February 23, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 Comments:
Post a Comment