February 23, 2009

Sapardi Djoko Damono: Sastra Indonesia Tidak Berkembang


ohter photo at ayutasahaya.multiply.com

Sapardi Djoko Damono mengkritik banyak sastrawan tidak memperhatikan unsur bahasa dalam satiap karyanya. Hal itu ia sampaikan dalam acara "Menulis Puisi Cinta bersama Sapardi Djoko Damono" yang berlangsung di Kafe Momento, Prayan, Sleman, Yogyakarta (21/02/09).

"Bagi saya, yang paling bisa dikritik itu bahasa. Bahasa itu mendukung isi, dan sastra itu bukan perkara isi saja," ujar sastrawan kawakan ini.

Menurutnya, sastrawan harus tahu betul cara memanfaatkan bahasa. "Bahasa kita itu sedang digodok, ibarat air, dia belum matang. Kalau kita tidak benar meminumnya, akan sakit perut. Jadi kita harus tahu betul bagaimana memanfaatkan bahasa sebaik-baiknya".

Namun, Sapardi menilai banyak sastrawan atau pengarang sekarang yang belum mampu berbahasa Indonesia dengan baik. Itu adalah kelemahan yang luar biasa, dan baginya seseorang tidak bisa menjadi sastrawan jika tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik.

"Seorang sastrawan itu harus memiliki kemampuan keterampilan berbahasa lebih tinggi dari orang biasa," ujarnya ketika diwawancarai Detikcom.

Penulis puisi "Aku Ingin" ini memandang, sastra Indonesia tidak akan berkembang ketika sastrawannya sendiri tidak memperhatikan perkembangan bahasa. "Banyak sastrawan yang malas mengembangkan kemampuan berbahasa," kritiknya.

"Maka sastra kita tidak akan beranjak kemana-mana, stak di sini saja," tandas sastrawan yang pada bulan depan berencana menerbitkan dua buku dari kumpulan puisinya.
(dny)

0 Comments: