Ratusan difabel seprovinsi DIY menghadiri Deklarasi Politik Bela Bangsa yang diselenggarakan SIGAB DIY dan Yayasan Tifa. Acara berlangsung di Taman Kuliner, Condong Catur, Yogyakarta, Sabtu (21/02/2009).
Joni Yulianto, direktur SIGAB sekaligus koordinator acara, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk menggalang dukungan dan komitmen caleg terhadap kaum difabel.
Dia juga menilai, bahwa setiap ada pemilihan wakil rakyat, isu difabel selalu dianggap sebagai isu yang tidak menarik. "Dari pemilu ke pemilu isu-isu seperti perempuan, anak, buruh, itu banyak dibawa oleh mereka, tapi sama sekali tidak pernah caleg membawa kepentingan difabel".
Rencananya beberapa caleg dari DIY akan hadir di acara ini dan konsep deklarasi ini akan ditandatangani bersama untuk kemudian menghasilkan kontrak politik. "Undangan kita sebar secara terbuka kepada parpol, kemudian konsep deklarasi ini akan ditandatangani bersama oleh difabel dan oleh caleg," ungkap Joni. "Kontrak politik itu bukan artinya difabel memilih mereka, tapi bahwa ketika mereka terpilih ini yang akan mereka perjuangkan," tambahnya.
Dari deklarasi ini para kaum difabel berharap terwujudnya satu pemerintahan baru yang lebih akomodatif terhadap kepentingan dan hak-hak difabel. Hal itu dapat terjadi ketika para caleg memiliki perspektif difabel. "Kita berharap agar perpektif difabel ini dipunyai oleh caleg, dan dari lembaga legislatif kebijakan akan lahir, anggaran akan disusun di situ," tandas Joni.(dny)
February 23, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 Comments:
Post a Comment